Wednesday, January 7, 2009

James Bond

Senangnya, pagi ini rombongan cibinong-l complete. Kita berangkat berlima. Kali ini yang nyetir mas agus. Sudah lama kita gak ngumpul bareng seperti hari ini. Semenjak mbak ade berangkat haji dan semenjak mas igo sakit, kita hanya berangkat bertiga, kadang hanya berdua dan kadang juga naik bis atau kereta sendiri-sendiri.

Seperti dulu-dulu. Meeting point 1 adalah di warung padang pemda cibinong. Disini jemput mbak maya dulu. Meeting point ke-2 di showroom mitsubishi sentul, jemput mbak Ade. Meeting point ke-3 di pom bensin sebelah perumahan elit mutiara sentul. Sayangnya baru aja keluar gerbang perumahan De karadenan Citi, eh sudah ada antrian mobil panjang. Macet alias tidak bergerak. Dengan sigap, mas agus langsung turun dan tanya sama pak satpam penjaga gerbang. Satpam itu menjelaskan bahwa di tikungan depan pasar ada truk yang ban-nya keselip. Posisinya melintang, pas menghalangi jalan raya dua arah. Bapak satpam dengan bijak menyarankan mas agus untuk jalan lewat dalam yang tembusnya nanti di gerbang perumahan satu lagi. Oke, akhirnya kita putuskan untuk putar balik mau lewat dalam saja. Pas mau puter balik, lah kok tiba-tiba antrian jadi lancar kembali. Kitapun tergoda untuk ikut antrian dan gak jadi puter balik. Perkiraan mungkin accident-nya sudah diatasi. masuklah kita ke antrian. Belum juga jalan 100 meter, eh mobil terhenti. Antrian gak jalan lagi. Stuck. Yaaaaa... akhirnya kita menyadari kalau barusan adalah jebakan batman. Ternyata accident nya belum selesai, dan polisi terpaksa memberlakukan sistem buka tutup untuk dua jalaur berlawanan. Kecewa. Kenapa tadi gak dengerin nasehat pak satpam yah.

Agar anggota yang lain tidak penasaran menunggu, aku sms semuanya. Bahwa kita lagi terjebak macet. Mohon bersabar. tak berapa lama kemudian, handphone mas agus berdering. Deringnya ada tambahan tone didepannya, kurang lebih bunyinya begini "terererengg...", baru kemudian diikuti ringtone biasanya. Maksud ringtone tambahan itu adalah, bahwa panggilan itu bukan panggilan biasa, melainkan panggilan video call. Dan ternyata dari mas igo. Ternyata mas igo sedang melakukan inspeksi mendadak. Apakah benar kita sedang terjebak macet atau kita lagi sarapan. Hehehehehhee. Dari layar terlihat, mas igo sedang menyorotkan kamera HP nya ke jejeran truk besar yang kita tahu truk itu selalu parkir di pom bensin tempat biasanya dia nunggu. Setelah inspeksi selesai, dan hasilnya memang kita sedang terjebak macet bukan sedang sarapan, maka dia memutuskan untuk balik ke rumahnya, sarapan dulu. Sambil menunggu kita yang sedang berjuang melawan kese-stress-an kemacetan.

Setelah berhasil masuk tol jagorawi dari pintu tol sentul, mulailah obrolan-obrolan ringan, sedang dan berat. Dimulai dari topik Brownies panggang yang aku bawa. Mas agus tadi sudah mencicipinya 2 potong. Katanya sih rasanya enak, entar karena dia lagi laper belum sarapan atau memang karena doyan. Mas igo dan mbak Ade belum mau mencicipi karena masih kenyang habis sarapan. Mbak maya juga demikian. Tapi bau coklat manis yang menggoda dari brownies yang aku bawa, ternyata mampu mengalahkan rasa kenyangnya mbak Maya. Akhirnya dia juga mencicipi. Komentarnya: "Enak juga Fon, tapi susah ditelan". OO.. ada yang salahkah dengan kue-ku? tenang, maksudnya mbak maya itu kue nya itu beku karena abis aku simpen di lemari es. Dan karena 80% kue brownies itu bahannya dari coklat, maka jika kue tersebut ditempatkan di suhu dingin, dengan sendirinya akan membeku. Tapi intinya, kue-ku cukup sukses. Yipiiii, terimakasih kepada juri-juri setiaku, ibu maya dan bapak agus. Oh iya, kata mbak ade, ibarat kompetisi nyanyi Indonesian Idol, mas agus adalah si Indra Lesmana. Dimana si Indra jikalau memberi penilaian agak lunak, tidak terlalu restrick, dan cenderung untuk memuji. Kalau mbak Maya, ibarat si Anang. Keras. Blak-blak-an, apa adanya, kritiknya pedas tapi membangun. Apapun dan siapapun juri kue-ku, jangan bosen yah.

Topik pembicaraan selanjutnya adalah mengenai rencana makan siang diluar. Sejak pulang dari haji, mbak ade kehilangan nafsu makannya. Selain kehilangan nafsu makannya, dia juga kehilangan berat badannya sekitar empat kilo. Loh, dia bukannya senang jadi langsingan, eh malah bingung gimana cara balikin nafsu makannya. oh mbak Ade, andai perut kita bisa dituker, aku mau mbak. Aku mau dituker dengan perut mbak ade yang lagi tidak nafsu makan itu, biar berat badanku turun. Biar celanaku muat lagi.

Makan siang nanti rencananya kita mau ngikutin mbak Ade, maunya makan apa dan dimana. Karena dia yang lebih berkepentingan dalam hal ini. Ternyata mbak ade maunya makanan jepang, shabu-shabu, sushi, dll. Mendengar kata sushi, aku jadi berfikir untuk tidak gak jadi nuker perutku. Sudah lama aku pengen makan sushie. Sejak terakhir kalinya aku makan sushi di ritzcalton, dan akhirnya ketagihan. Akhirnya, kita putuskan untuk makan di shabutei, di plaza semanggi. Horeyyyy.... aku gak sarapan ah, biar nanti bisa makan banyak. hehehehehehhe....Lupakan diet dulu deh.

Topik pembicaraan selanjutnya mengarah ke mas igo yang ternyata sudah terlelap. "Mas, mas.. abis 'ronda' yah???". Dia masih terlelap atau memang pura-pura gak denger. Tapi akhirnya dia bangun juga ketika ada bis besar yang mau nyerempet mobil yang kita tumpangi. Mas Agus, sebagai pengguna jalan yang baik, merasa dilecehkan oleh supir bis yang tak tahu diri. Nyerobot dari bahu jalan. Terpancing emosinya, mas agus langsung berniat untuk memotong jalan bis tadi itu, kemudian nge-rem mendadak didepannya. Hiiiiiii.....bayanginnya aja serem. Gimana kalau pas mas agus ngerem mendadak ternyata bis yang ada dibelakang gak bisa ngerem mendadak juga. Bukan hanya mobil yang penyok, kita juga ikutan penyok. Mas igo mencoba tenang dan ngingetin. "Gus, inget. Ini mobil orang gus". Mobil yang dibawa hari ini adalah mobilku memang. Maksud mas igo, kalau mobilnya mas agus sendiri gpp kalau mau ditabrak-tabrakin, atau di serempet-serempetin, terserah dia. Dua pria setengah waras ini klop banged. Kirain tadi mo nasehatin tentang keselamatan penumpang lainnya. Eh gak tahunya cuman mau ngingetin kalau ini mobilku. Jangan berpikir setelahnya mas agus jadi nyadar, dia malah tertantang untuk terus mengejar bis itu. Dan mas agus makin panas lagi, setelah dia menyaksikan bis itu sekali lagi dengan seenak udelnya motong jalan mobil lain. Kali ini mbak maya pun ikut terpancing emosinya. "udah mas, kejar aja. Jejerin mas. Aku siap buka jendela nih. Aku teriakan ntar. WOiiiii". Waduh, suasana bukannya makin dingin, tapi makin mendidih. Akhirnya, Ibu hajjah Ade turun tangan. "Mbak maya sepertinya sudah kelamaan di jalanan yah???". Weleh bu hajjah ini, bukannya ngasih dalil atau ceramah gitu biar pada tenang. Ya sudah, sepertinya aku musti nyiapin polis asuransi mobilku nih.

Di tengah serunya kejar-kejaran antara bis dengan xenia merah maroon, dari belakang tiba-tiba terdengar sirine pengawalan pejabat(jenderal bintang dua). Kita disuruh minggir dan memberi jalan untuk pejabat yang merasa penting itu lewat. Akhirnya kita pause dulu acara kejar-kejaran ala james bond itu. Setelah rombongan jenderal merasa penting itu lewat, mas agus mencoba untuk ikut dibelakang rombongan itu. maksudnya biar ikut dikawal juga, dan lumayan bisa ngindari macet. Sejenak mas agus melupakan misi berbahayanya. Baru saja mas agus mau masuk dibelakang iring-iringan, eh bis tadi nyelonong lagi. Yaaah... emang kurang ajar nih bis. Kali ini semua penghuni mobil jadi emosi. Terserah deh mas gus. Bantai aja tuh bis. Meskipun itu gak mungkin, dan kalaupun terjadi senggol-senggolan pastinya si xenia yang akan terpelanting. Tapi untunglah hal itu tidak sampai terjadi. Karena si bis dengan lincahnya meninggalkan kita, jauh dan semakin jauh tak terkejar. Redam juga akhirnya emosi jiwa.

kalau boleh mengutip novel laskar pelangi :
"Pesan Moral No.1" : Kalau ada supir bis gila, Secepatnyalah pasang aksi seperti james bond. Kejar sampai dapet. Habis itu teriakin sekenceng-kencengnya ala supir angkot.

No comments:

Post a Comment