Wednesday, December 31, 2008

Bolu Gulung Strawberry

Sepulang kerja kemarin, iseng-iseng pengen bikin kue bolu gulung. Ini salah satu kegiatanku untuk menghilangkan stres gara-gara kerjaan kantor yang gak kelar-kelar. Karena resep kue ini sudah aku praktekkan 2 kali sebelumnya, maka proses pembuatannya kali ini lebih cepat dan dijamin gak bantet. Start mulai jam 19.30, dan berakhir jam 20.30. Jadilah bolu gulung.

Esok paginya, tepatnya pagi hari ini, aku membawa sebagian bolu gulung itu untuk cemilan di perjalanan. Rombongan kali ini masih berisi aku, mbak maya, dan mas agus. Setelah duduk manis di mobil, dimulailah ritual percakapan. Dimulai dari mbak maya yang tak sengaja melihat tupperware hijau berisi kue-ku.

Mbak Maya : "Ih, ini apa???" <-- kata "ih" nya bukan pertanda jijik loh. Tapi lebih ke penasaran.

Aku : "Bolu gulung mbak. Silahkan dicicipin"

Mbak Maya : "Kamu yang bikiiiiiinnn???" <-- nada meragukan

Aku : "Iya mbak, semalem bikinnya"

Mbak Maya : "Ihh, kamu pinter juga sekarang. Bentuknya sudah mirip fonnn. Mas Gus, fonika bikin kue, bentuknya sudah mirip loh. Sebentar aku coba dulu" <-- sudah percaya kalau kue itu aku yang bikin. Tapi masih meragukan rasanya walaupun bentuk kue-nya sendiri sudah menyerupai bentuk yang seharusnya.

Aku : ------ no comment. Lagi mikir kira-kira alasan apa yang pas kalau nanti ternyata rasanya gak mirip dengan aslinya. kalau alasannya sampai gak pas, urusannya bisa panjang ini.

Mbak Maya : "Mas Gussssssss.. rasanya juga mirip. Enak mas gus. Cobain deh. Ihh kamu pinter juga fonn" <-- ini mukzijat pagi hari yang aku dapet. Sebuah pujian dari Mbak Maya. Juri paling kritis di rombongan kami. Fiuuuhhhh. Akhirnya.

Mas Agus : "Boleh. Coba satu" <-- nadanya masih meragukan.

Mas Agus : "Enak juga fon. Lu sudah berapa kali bikin??" <-- pertanyaan masuk akal. karena kue seenak itu gak mungkin kalau aku yang buat untuk pertama kalinya.

Aku : "Yang ini sudah ke tiga kalinya"

Akhirnya obrolan dilanjutkan seputar bahan-bahan kue tadi. Ukuran loyangnya. Pake timbangan apa. karbohidrat, protein dan lemak yang terkandung berapa. Teknik pembuatannya. Dan bla-bla-bla, sampai gak terasa udah nyampe depan kantor.

Sungguh awal yang menyenangkan hari ini. Dimulai dari pujian untuk bolu gulungku. Kemudian dilanjutkan dengan pembicaraan seputar cooking cake, tentunya aku sebagai narasumbernya. Dan yang paling menyenangkan hari ini bebas "MACET". Horeeeyyyyyyyyy.... hari ini kita mo kerja setengah hari. tahu kenapa? yupi karena akan ada malam tahun baru. HAPPY NEW YEAR all.... Tapi sayang sekali mbak ade dan mas igo gak ikutan pagi ini. jadi gak bisa ngerasain kue bolu gulung buatanku. Percaya gak percaya, kata mbak Maya rasanya gak kalah sama bolu Meranti. Yipiiiiiiiii........

Monday, December 29, 2008

Menjemput Rutinitas...

Sebentar lagi cuti panjangku akan berakhir. Rasanya baru kemarin aku mengisi form cuti di HRIS, dan sekarang tinggal menunggu beberapa jam lagi untuk menjemput rutinitas kemacetan sepanjang jalan tol jagorawi. Setangkup harapan semoga aku senantiasa dapat menjaga stamina dan spirit untuk memulai pekerjaan di kantor seperti hari-hari kemarin meskipun aku kira teman2 juga masih banyak yang cuti. Semoga suasana kantor di hari yang kejepit ini mampu menghadirkan seberkas kerenyahan, dan mungkin juga, sepercik kelezatan, setidaknya untuk ngeblog! Wakakak… mulai kecanduan nih…
By the Way, terima kasih kepada mama Alin yang punya ide brilian membuat blog ini, disela kesibukan dan kepadatan tugas yang terus mengintainya ( bener gak ya?) Mudah-mudahan torehan cerita maupun gagasan (kalo ada) yang terserak dalam setiap halaman di blog ini bisa ikut mencerahkan wawasan kita semua dan sebagai ajang melatih kemampuan menulis kita, siapa tahu nanti bisa seperti Andrea Hirata atau Habiburrahman. *boleh bermimpi kan?*
Matur nuwun ugi dumateng Ibu Hajjah Ade yang telah ikut menorehkan pesannya sepulang dari tanah suci. Saya juga mohon kepada rekan2 lain khususon ila mas Igo, monggo mas..dipun goyang jari jemari nipun supados mboten kaku lan ugi kangge nyemarakaken blog puniko. Untuk Bu Maya, mangga katulisken oleh2 dari kampung Sumedang, pasti seru dong…
Wassalam,

Sunday, December 28, 2008

Malam 1 Suro itu…


Setiap minggu malam, seperti biasanya saya menyempatkan menonton acara democrazy di metro tv, sebuah acara parody politik yang mengelitik dan menarik yang ditayangkan di tv kesayangan saya itu sekitar jam 21.10 WIB setelah headline news. Namun justru saya tertarik untuk menulis ini setelah menonton tayangan dalam hedline news yang meliput acara kirap/ perayaan 1 suro di kota solo tepatnya di puropakualaman dan kraton kasunanan Surakarta, sehingga acara nonton democrazy jadi batal deh, padahal topiknya sangat menarik banget lho yakni tentang UU BHP (Badan Hukum Pendidikan) yang menuai protes di kalangan kampus di seantero negeri ini. Akhirnya camilan tahu sumedang asli yang di kasih mbak Maya yang notabene baru aja pulang dari kota tahu paling enak sedunia itu, menjadi teman empuk aku nulis. *makasih bunda Noval, atas oleh-olehnya, tahu sumedang asli emang beda pisan euy*
Oke, kembali ke laptop (pinjaman). Seperti kita tahu, eh.. kita maklumi bahwa tahun Hijriyah mengawali tahun barunya pada tanggal 1 Muharram dan Tahun Jawa pada tanggal 1 Suro. Tahun Jawa memiliki kesamaan dengan Tahun Hijriyah terutama dalam mengawali tanggal dan bulannya. Perbedaannya terletak pada istilah penyebutan nama bulan. Tahun Hijriyah menyebut bulan Muharram atau Asyuro, sementara Tahun Jawa menyebut bulan Suro, *sebagai orang jawa tulen, saya tahu persisi kalo bulan suro itu setelah besar , atau kalo penanggalan hijri di sebut dzulhijjah*. Nah, kesamaan keduanya ternyata dapat ditelusuri dari sejarah kerajaan Mataram (Islam) di bawah kekuasaan pemerintahan Sultan Agung saat memerintah Kerajaan mataram (Islam).
Bulan Suro sebagai awal tahun Jawa, bagi masyarakat jawa khususnya juga disebut bulan yang sakral dan keramat (bahkan ada produser yang bikin film horor tentang malam 1 suro, kalo ndak salah dibintangi almarhumah Suzana) karena dianggap bulan yang suci, bulan untuk melakukan perenungan, bertafakur, berintrospeksi, serta mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Cara yang dilakukan biasanya disebut dengan laku, yaitu mengendalikan hawa nafsu dengan hati yang ikhlas untuk mencapai kebahagiaan dunia akhirat. Itulah esensi dari kegiatan budaya yang dilakukan masyarakat Jawa pada bulan Suro. Laku yang dilaksanakan oleh masyarakat Jawa sebagai media introspeksi biasanya banyak caranya. Ada yang melakukan laku dengan cara nenepi (meditasi untuk merenung diri) di tempat-tempat sakral seperti di puncak gunung; tepi laut; makam; gua; pohon tua; dan sebagainya. Sebagian masyarakat Jawa lainnya juga melakukan cara sendiri yaitu mengelilingi beteng kraton sambil membisu, melakukan kegiatan pembersihan barang-barang berharga, seperti jamasan keris pusaka, jamasan kereta, ada juga yang melakukan kegiatan sebagai rasa syukur atas keberhasilan di masa lalu dengan cara pentas wayang kulit, ketoprak, nini thowong, dan kesenian tradisional lainnya. Bahkan di kraton Kasunanan Surakarta, seperti yang diliput metro TV malam ini adalah masyrakat solo dan sekitarnya saling memperebutkan kotoran kebo bule (kerbau warna putih) dan air jamasan (bekas air yang digunakan untuk mencuci benda2 pusaka keraton) yang bertempat di Puropakualaman Solo untuk ngalap berkah atau mendapatkan keberkahan. Namun berbeda dengan apa yang saya alami saat masih kuliah di Yogya dahulu, seperti umumnya dilakukan oleh anak2 mahasiswa lain di Yogya, mereka hanya ikut-ikutan, dengan cara lek-lekan (berjaga hingga pagi hari) seperti beramai-ramai menuju pantai, mendaki gunung, bercanda ria sambil mengelilingi beteng, ada yang pacaran, (kalo saya jelas tidak karena pacar aja gak punya, gak punya modal kali ye…) dan sebagainya.
Namun ternyata banyak tradisi perayaan malam suro tersebut banyak yang bertentangan dengan syari’at Islam, karena dalam Islam bahwa Dzat Yang Memberi manfaat dan Menolak Kemudharatan hanya Allah Subhaanahu wa ta’ala semata, Berdasarkan ayat Al Qur’an dalam (QS. Az-Zumar: 38, QS. Al Mumtahanah: 4) dan juga dalil-dalil yang lain, maka keyakinan-keyakinan terhadap benda pusaka, jimat dan yang lainnya bahwa benda-benda tersebut bisa mendatangkan manfaat atau menolak kemudharatan adalah batal. Seorang muslim haram meyakini ada kekuatan terselubung atau berkah tertentu pada benda-benda tersebut tanpa keterangan dari Allah Subhaanahu wa ta’ala di dalam Al Qur’an atau Rasul-Nya di dalam As-Sunnah menurut pemahaman generasi pertama ummat ini (para shahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in). Apakah seseorang berkeyakinan bahwa benda tersebut bisa mendatangkan manfa’at dan menolak kemudharatan dengan sendirinya (syirik besar) atau benda-benda tersebut hanya sebagai perantara (syirik kecil). Na’udzubillahi min dzaaalik.

Thursday, December 25, 2008

OLEH-OLEH DARI TANAH SUCI


Kamaren malam (tanggal 24 Desember 2008), setelah membeli obat untuk Kiki di apotik Mitra Farma Bogor, kami berdua terjebek kemacetan panjang di jalan raya bogor tepatnya di seputar pertigaan Talang. Saat itu, aku melihat jam menunjukkan pukul 19.00 WIB. Selintas aku teringat temanku Ade yang baru saja pulang dari ibadah haji dan kebetulan rumahnya tidak jauh dari sini. Kami sdh berniat untuk silaturahmi ke rumahnya, namun belum kesampaian juga. Lalu kuambil ponselku dan aku menelponnya untuk menanyakan apakah dia ada di rumah atau tidak. Alhamdulillah, ternyata Ade dan keluarganya sedang ada di rumah, namun sedang keluar sebentar untuk membeli sesuatu. Akupun langsung membelokkan kendaraanku ke arah perumahan Vila Bogor Indah, kediaman Ade dan keluarga. Saat akau sampai di rumahnya, ternyata sang tuan rumah belum sampai. Aku menunggu di mobil bersama Kiki sambil mendengarkan music dari Gen FM. Setelah sekitar 10 menit menunggu di depan rumah, terlihat mobil Kijang biru datang dan aku lihat Mas Bani, suaminya, Ade dan puteri kesayangan mereka Fatimah. Lalu kami dipersilahkan masuk. Namun karena Kiki sudah tidur pulas, akhirnya aku sendiri yang masuk.

Sebelum masuk ke rumah aku mengucapkan salam “Assalamu’alikum…” di jawab oleh mas Bani “Wa’alikum salam” dengan suara yang serak2 berat. Sepertinya sedang terkena batuk. Biasanya orang sepulang haji memang terkena batuk seperti ini, masyarakat kita biasa menyebutnya batuk unta dan konon katanya obatnya adalah OBH (obat batuk haji) he..he… aya-aya wae!. Ade sang istripun tidak luput dari batuk dari negeri arab ini. Lalu Saya dipersilahkan duduk oleh tuan rumah. Di meja ruang tamu aku melihat kurma, kacang arab, makanan kecil2 kuning (aku tdk tahu namanya) dan sesuatu yang sangat aku rindukan yakni air zam-zam. Rasanya belum afdol jika kita belum minum air terbaik (jika tidak boleh dibilang mukjizat) di seluruh jagat ini. Adepun menuangkan 1 cangkir besar untukku.

Satu lagi pemandangan yang tidak lazim aku lihat di meja tamu malam itu adalah sebuah laptop yang sudah aktif di sudut meja tepat di depan posisi mas Bani duduk. Laptop dengan screen saver gambar jamaah dari seluruh penjuru dunia sedang melakukan thawaf. Aku menduga mas Bani akan bercerita dan menunjukkan oleh-oleh hajinya dengan power point dan bantuan video visual. “Wah…kayak acara Bukan Empat Mata di Trans TV aja”. Kataku dalam hati. Pokoke, two-thumbs up! Mantep abis! Buat mas Bani. Rasanya kau sdh tidak sabar lagi medengar cerita seru atau bisa dibilang pengalaman spiritual mereka dari tanah haram itu.

Akupun langsung tunjep point (istilah srimulat) melemparkan pertanyaan ke Mas Bani. “ Gimana Mas pengalamn disana?” Lalu Mas Bani mengawali ceritanya dengan menunjukkan persiapan mereka mulai di pemondokan haji, perjalanan ke bandara, dan foto-foto istrinya yang berpose dengan senyum manisnya itu saat masih berada di bandara Soekarno Hatta Cengkareng, Setelah itu slide berikutnya aku melihat mereka ketika sudah sampai di Madinatul Munawwarah. Saat di Madinah itu mereka berada di penginapan yang sangat memadai fasilitasnya layaknya hotel berbintang meskipun satu kamar harus diisi oleh tujuh orang jamaah. Katanya jarak dari hotel ke masjid Nabawi hanya sekitar 150 meter sehingga merekapun dapat beribadah atau sholat berjamah sampai setidaknya 40 kali terus menerus atau biasa disebut shalat arba’in. Namun menurutnya kondisi itu sangat berbeda sekali dengan di Makkah yang jarak pemondokannya dengan masjidil haram sekitar 8 kilometer. Untunglah temanku ini masih muda-muda sehingga secara fisik mampu menempuh jarak yang sangat jauh dengan berjalan kaki di tengah terik matahari yang menyengat dengan suhu udaranya pasti jauh di atas suhu rata2 di Indonesia. Ade sempat pingsan juga sehabis sholat dari masjidil haram , menurutnya mungkin dia tidak akan kuat jika tidak membaca tasbih terus menerus. Subhanallah…. Perjuangan yang berat kawan. Jika tidak karena kecintaanmu dan keikhlasan ibadahmu kepada Allah semata, pasti tidak akan kamu lakukan ini semua. Semoga Alloh SWT menerima semua ibadahmu sekeluarga. *Saat menulis ini aku meneteskan air mata, saya haru sekali*.

Cerita menarik lainnya adalah tentang perbedaan faham diantara jama’ah haji. Mas Bani cerita, di sanalah sebenarnya gambaran kecil nanti ketika kita di akhirat, bahwa kita kan terpecah-pecah menjadi beberapa golongan. Ada jama’ah yang sibuk menghitung-hitung berapa kali mereka sdh thawaf dalam sehari, berapa kali mereka keluar masuk miqot untuk umrah, dan masih banyak lagi ibadah2 yang hanya dihitung kuantitasnya dengan harapan semakin banyak melakukan itu semakin banyak pula pahala yang akan dia dapatkan dengan menggunakan hitungan matematika saat dia duduk dibangku sekolah dan sayangnya tidak sedikit jamaah haji Indonesia yang melakukan hal itu. Padahal itu semua belum tentu ada dasarnya atau ada dalil yang menganjurkan hal tersebut, Masya Allah. Oleh karena itulah mas Bani dan Ade menyarankan perlunya bekal ilmu yang memadai sesuai tuntunan Qur’an dan Sunah Nabi yang sahih sehingga kita tidak terombang-ambing oleh perbedaan pengamalan dan mampu mandiri saat beribadah di sana dan tidak terjebak kepada perbuatan yang bid’ah. Menurut mas Haji Bani esensi ibadah haji adalah mengajarkan ketauhidan kita kepada Allah melalui seruan dan milah Ibrahim.

Pesan mas Haji bani dan bu Hajjah Ade kepada saya dan teman-teman yang lain adalah segeralah menjalankan ibadah haji selagi masih muda, sehat, dan masih diberi kesempatan. Karena jika kita sdh mampu dan kita belum juga menjalankan sampai nyawa kita diambil oleh sang khalik, maka kita tinggal memilih akan menjadi majusi atau nasrani. Astaghfirullah (merinding saya mendengarkan kutipan hadits shahih tersebut). Dengan mengeluarkan uang 33 juta untuk ONH adalah bukan apa2 dibanding kenikmatan ibadah di sana karena di sanalah kita akan menyadari betapa keagungan Allah nampak di depan mata dan akan menimbulkan kesadaran kehambaan kita sehingga kita dapat khusu’ dan nikmat beribadah. Ibadah kita selama ini ternyata belum (jika tidak bisa dibilang masih sangat jauh) jika dibandingkan dengan perjuangan para rasul dan sahabat-sahabatnya. “Kita di sana hanya kecil sekali mas, hanya segini” sambil memegang jari manisnya untuk menunjukkan kita bukan siapa-siapa dan sangat tidak layak untuk menyombongkan diri di depan dunia ini. Sambil memegang tembok, melihat sekelilingnya , mas Bani berkata “….ini semua adalah fana Mas Agus”, saya pun menganggukkan kepala tanda setuju.

Saking asyiknya mengdengarkan pengalaman spiritual atau bahasa jawanya testimony haji ini tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB, dan tampak si kecil Fatimah juga sudah mengantuk. Sebelum bersalaman mau pulang, bu Hajjah memberiku kantong plastic hitam berisi oleh2 dan cindera mata. Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih dan berdo’a semoga mereka menjadi haji yang mabrur. Amiin ya Rabbal ‘Aalamiin. Siapa yang menyusul berikutnya?

Wednesday, December 24, 2008

Senyum dimana-mana…



akhir-akhir ini aku melihat poster berukuran beragam mulai dari yang sedang sampai yang besar dengan latar belakang dan lambang partai di hampir setiap sudut pertigaan, perempatan dan di tempat-tempat strstergis lainnya. ada juga yang sengaja memasang poster tersebut di kaca-kaca mobil pribadi, angkot, dan sejenisnya terpampang seorang sosok (jika tidak boleh dibilang tokoh) yang berpenampilan ramah, senyum yang menawan dan wajah yang serius, yach..pokoke narcis abis lah..

aku menganggap fenomena tersebut hal yang wajar saja, sebagai salah satu upaya memperkenalkan diri, atau kampanye kepada masyarakat luas dengan harapan mereka akan dipilih oleh masyarakat pada pesta demokrasi alias pemilu yang direncanakan akan digelar pada bulan April 2009 nanti. dengan sistem pemilihan langsung seperti sekarang ini, sudah menjadi sustu keniscayaan bagi setiap caleg untuk dapat merebut hati masyarakat di dapil ( daerah pemilihan)-nya.

saya berharap agar para calon wakil rakyat tersebut, jika mereka terpilih nanti akan dapat menjalankan tugas dan amanahnya dengan baik dan benar, sehingga dapat memberi solusi yang cespleng terhadap kondisi krisis multi dimensi yang dihadapi oleh bangsa ini terutama dalam memerangi kebodohan dan kemiskinan. saat ini rakyat sudah “cape” dengan kondisi kehidupan yang semakin lama semakin berat akibat imbas krisis ekonomi global. so,… jangan malah membikin situasi semakin berat lagi lho yo. bangsa ini perlu wakil rakyat yang serius tidak hanya 4D (datang, duduk, diam, duit), tidak hanya tidur saat sidang, tidak hanya absen saja tapi amplop diambil, tidak bersikap seperti meminjam istilah Gus Dur anak-anak TK yang suka merengek2 minta dilayani, minta fasilitas ini itu, minta2 proyek kepada bumn atau swasta yang justru akan mendorong high cost economy dan semakin menyuburkan praktik2 KKN lainnya yang menyebabkan bangsa ini semakin terpuruk dan terperososk dalam jurang kehancuran.

pesan saya bagi yang belum terpilih alias kalah (dalam politik menang ato kalah itu hal biasa bung) masih tetap bisa tersenyum, karena tugas-tugas lain masih menunggu atau mempersiapkan strategi untuk pencalonan pemilu berikutnya jika umur masih dikandung badan. Selamat berjuang para calon wakil rakyat, inga…inga… aku tidak akan memilih calon yang oportunis !, masuk ke dunia politik untuk nyari duit, nyari makan.

Tuesday, December 23, 2008

M A L A S



Lima huruf ini kerap menghinggapi setiap orang kapanpun dimanapun meskipun datangnya tidak bersamaan tergantung sikon. Ada orang yang sering bahkan hampir tiap hari kedatangan tamu ini, dan memang dia enjoy keadaannya dan bahkan dicap “pemalas”. Ada yang temporer alias kadang-kadang aja kemalasan itu datang. Ada yang sering mengucapkan aduh malas banget nih mau ngerjain ini itu… tapi tetap aja dikerjain atau malas di bibir saja. Adapula orang yang jarang bahkan hampir tidak pernah ketiban rasa malas ( eh siapa ya…..) seolah-olah telah diimunisasi vaksin anti malas.
Aku sendiri tidak tahu masuk dalam golongan yang mana dalam soal malas ini, yang jelas untuk pagi sampai menjelang siang ini, aku seolah-olah berlomba dengan matahari untuk unjuk rasa malas *nggombal*.....sebegitunya. Hujan semenjak dini hari belum juga berhenti dan kalaupun berhenti tetap dilanjutkan oleh sang gerimis dan dibarengi oleh langit yang masih tampak gelap minus matahari sehingga orang kadang tidak sadar ternyata sudah siang. Kata orang, inilah saat terbaik untuk makan-tidur, makan-tidur tanpa ada kegiatan lain atau bermalas-malasan. Setanpun membisikkan kata lirih di telinga, “ayo…bobok lagi sayang, gak usah subuh…., kamu lagi cutikan?”, hmmmm…. Kutarik lagi selimut itu dan terbang lagi bersama mimpi2 indah itu.
Oh.. ada apa dengan perutku ini, sepertinya ada yang tidak beres. Seingatku penyakit maag langgananku sedang tidak kambuh, tapi kenapa perutku berasa agak perih. Ternyata aku lapar sudah waktunya makan siang. Perutpun punya isyarat tersendiri untuk mengingatkan tuannya bahwa hari telah siang. Cuma karena segenap lingkungan termasuk keluarga lagi kena virus malas, jadi waktupun seolah-olah berhenti berputar alias tidak banyak aktifitas termasuk masak-memasak yang merupakan pertanda bahwa hari sudah siang.
Meskipun begitu, hari ini aku jadi merasa cukup beruntung (jarang-jarang lho….) dengan kondisi cuaca yang mendung dan hujan sepanjang hari yang menebarkan aura kemalasan bagi yang mereka rentan. Paling tidak cutiku jadi lebih bermakna, tidak harus mandi pagi-pagi yang brr… dinginnya minta ampun, berhujan-hujan dan bermacet-macet untuk ngantor, kerja dan belum lagi harus mikirin siasat untuk pulang biar tak terjebak genangan air eh, macet. Wow….hidup ini memang indah!! Ternyata aku masih bisa merasakan nikmatnya rasa malas dalam suasana yang mendukung. Dan yang terpenting aku bisa menikmati rasa malas itu sepuasnya hari ini sebelum kondisi berubah dan memaksanya untuk pergi dariku. Merdeka….. cuti ini Cuma sebentar, mari kita nikmati!

Ber HAJI lah segera jika mampu, jangan pernah menundanya.....


Alhamdulillah telah kami laksanakan kewajiban rukun islam ke 5 pada tahun ini, dan sungguh buat kami adalah pengalaman spiritual yang indah sekali. Sepulangnya dari HAJI kami begitu ingin sekali memberikan pesan-pesan kepada teman-teman terdekat kami agar segera memprioritaskan diri untuk mendekatkan diri kepada ALLAH SWT melalui ibadah HAJI. Sungguh kami saksikan kebesaran ALLAH melalui syiar-syiar yang ada di tanah suci dan betapa kecil dan hinanya kita sebagai manusia menjalani hidup di dunia yang kita tinggali saat ini tapi melalui kasih sayang NYA kita dapat mensyukuri setiap detik waktu yang dilewati, setiap hembusan nafas yang terhirup dan terbuang, setiap kedipan mata yang menangkap sinar dan kemampuan untuk menyaksikan, setiap langkah yang terpijak dalam meniti perjalanan fisik haji.

Lelah, cape ? ya... memang, tapi masya Allah ternyata umat-umat terdahulu adalah umat yang memiliki keinginan dan kemampuan beribadah yang jauh melebihi dari umat-umat saat ini, hanya keimanan yang menjiwai hati ini untuk terus memompa tenaga dalam mencari keridhoan ALLAH SWT.

Medinah, Nabawi, Mekkah, Masjidil Haram, Mina, Arafah, Muzdalifah, jamarrat, Kabah, maqam ibrahim, Hijr Ismail, Raudhah, dan hal-hal lain yang tidak dapat kami sebut semua yang memancing keharuan kami betapa Allah begitu sayang sama mahluknya hingga mengantar kami ke tempat mulia dan berkenan mengingatkan kami dengan bukti-bukti kebesaranNYA. Tentunya salam dan shalawat juga diperuntukan kepada Nabi Muhammad SAW dan Nabi Ibrahim AS yang begitu bersungguh-sungguh memudahkan ibadah kami melalui tuntunannya dalam Al quran.

Bersegeralah ber HAJI teman... sungguh sebenarnya jarak antara kita dengan ALLAH pada awalnya sudah dekat dan kita yang bergerak menjauhiNYA astagfirullah....

banyak pengalaman yang tidak bisa tertulis semua disini dan sungguh itu semua selalu mengingatkan kami untuk selalu dekat denganNYA.

Buka tabungan HAJI dan berbekalah dengan taqwa sebaik-baiknya bekal... dan bukan maksud kami untuk mangajari atau menggurui karena tidak pantas untuk kami melakukannya, tapi karena kami sayang kepada teman-teman dan karena karunia yang disediakan ALLAH untuk kami di tanah suci agar dapat di nikmati juga oleh teman-teman dan muslimin-muslimat di seluruh dunia...

Friday, December 19, 2008

FW: PERINGATKANLAH ISTRI/TEMAN WANITA DAN ANAK GADIS ANDA

Setelah 2 jam mbak maya berperang melawan kemacetan tol dalam kota, akhirnya kita, rombongan cibinong-l sampai juga di kantor jam 9. Sampai di meja, nyalain laptop, konek internet, cek email. Eh, muncul email menarik dari mbak maya. Subject-nya "FW: PERINGATKANLAH ISTRI/TEMAN WANITA DAN ANAK GADIS ANDA". Pas aku buka emailnya, pertama bingung juga. Kok yang tampak hanya namecard mbak maya dengan fotonya yang bergaya centil bak gadis-gadis yang masih perawan. Aku perhatikan lagi email itu. Aku temuin sebuah 'attachment' yang nempel di bawah 'subject'-nya. Aku pikir mungkin attachment ini yang dimaksud inti daripada 'subject'-nya. Aku buka attachment itu. Ternyata yang muncul adalah detail dari namecard mbak maya tadi. Dipikir-pikir lagi, kelihatannya gak mungkin isi email ber-subject "PERINGATKANLAH ISTRI/TEMAN WANITA DAN ANAK GADIS ANDA" adalah name card maya dengan fotonya. Gak mungkin kan kalau istri/teman wanita dan anak gadis kita disuruh hati-hati dengan mbak maya???. Akhirnya aku tutup namecard yang manis itu. Aku coba teliti lagi mencari isi sebenarnya email tadi. Aku 'drag' ke bawah. Nah, baru muncul deh pesan sebenarnya. Berikut isinya :
"Dengan cara inilah Sheryl Crow mengalami kanker payudara. Dia tampil di acara Ellen show dan mengatakan hal yang sama persis. Hal ini telah diidentifikasikan sebagai penyebab paling utama pada kanker payudara, terutama di Australia .Seorang teman yang ibunya didiagnosa mengidap kanker payudara baru-baru ini. Dokter berkata :wanita JANGAN minum minuman yang sudah lama berada di dalam mobil...!!!Dokter berkata bahwa hawa panas yang memanaskan bahan plastik dalam botol memiliki bahan kimia tertentu yang dapat menyebabkan kanker payudara. Jadi tolong berhati-hatilah dan jangan minum air dalam botol plastik yang sudah ditinggalkan di dalam mobil, dan kirimkan ke teman-teman wanita Anda.Informasi seperti ini sangatlah kita perlukan dan kita harus berhati-hati, dan mungkin akan menyelamatkan hidup kita. Hawa panas dapat menyebabkan toksin/racun dari plastik menjadi bocor dan bercampur dengan air dan mereka telah menemukan racun ini pada jaringan payudara. Sebisa mungkin gunakan gelas stainless steel atau botol kaca.Biarlah semua orang yang mempunyai istri atau teman wanita atau anak perempuan mengetahui ini semua"
Setelah membaca dan memahami pesan moral yang disampaikan pesan diatas. Barulah aku membalasnya "Reply All". Eh iya, email tadi tidak hanya dikirim ke aku saja. Tak lupa ibu yang hari ini berbaju hijau, berkerudung hijau, berkalung hijau, pokoknya serba hijau itu mengrimkan juga ke mas agus dan mas igo. Berikut balasannya :
Me :"Boleh juga name card nya mbak. Gimana cara bikinnya?Btw thanks infonya. Mas igo mo nraktir sarapan lagi gak?" --> 'send'
Eh, baru aja mencet tombol 'send', email balasan dari mas igo tiba-tiba masuk. Isinya kek gini :
Mas Igo :"Maya Apa kabar? Kok fotonya sdh ganti seh.."
Di bales oleh mbak maya untuk Mas Igo :"bilang aja, minta bikinin name card kaya gw…dasar pria MADUN…"
Dibales lagi oleh mas igo untuk mbak maya :"What about this?...apakah cukup Madun?"tentunya tak lupa dia menempelkan fotonya yang sedang berkuda di sebuha tempat rekreasi. Tidak begitu keren sih sebenarnya. Karena sesungguhnya bapak ini tidak pandai berpose. Wajahnya memang tampak lebih muda dari sekarang. Tapi raut muka nya lesu seakan beban utang negara sedang dilimpahkan ke tangannya. Intinya, tidak begitu menarik untuk di 'save as' di folder fotoku.
Dibales lagi oleh mbak maya untuk mas igo :"Tetttepppp……."
Tak mau ketinggalan, Mas agus juga cepat-cepat me-reply :"Photo terbaik yang pernah aku liat, terlihat sekali sulur sulur otot pengalamannya dalam menyisir rambut... (emang mbak retno...)" (belum tahu siapa mbak retno kan?? aku juga sebenernya tidak tahu mbak retno itu siapa, orangnya yang mana. Sepertinya itu urusan bapak-bapak dewasa)
Sekarang Balesan dari mas Agus :"THANKS MAY,Sempat kaget juga krn yg muncul pertama name card-nya. Kupikir suruh berhati2 dg bu Maya... he..he...Kalo Igo sih pasti yang dikomentari yang menyangkut anatomi dan photo2. Maklumlah pria Madun." <-- pemikiran yang sama persis denganku.
Dibales oleh mas igo yang merasa tersinggung namanya disebut-sebut sebagai komentator anatomi :"Tendensius banget sih Mas…emang hrs hati2 dgn ibu Maya kenapa? atau pernah punya pengalaman :) :) " (nah loh. pengalaman apa nih?? keknya pengalaman jadi mangsa singa kelaparan).
Oh iya, email balasan dari aku tadi juga mendapatkan balasan yang cukup 'ramah' loh (baca 'ramah' nya jangan lupa dengan disertai gerakan jari tanda dua disamping telinga. Kiri kanan yah. Biasanya untuk memaknai suatu kata yang berarti khusus). Berikut balasannya :
"Wong IT kok malah kon ngajari.. piye to..." <-- balasan dari mas agus
"Haruskah IT mengerti segalanya????IT juga manusia." <-- balasan dari aku sebagai pembelaan diri.
"Harusnya sih begitu…Tapi kalo kamu yang ITnya …aku maklum lah….Pasti waktu pelajaran bikin name card ini, kamu ga masuk sekolah ya ?Atau pernah bikin tapi lost dari memory mu…hi..hi….Ajarin tuh mas….kan satu lantai…." <-- Tahukan siapa yang membalas. Yup, benar sekali, ini email balasan dari ibu muda yang hari ini berbusana serba hijau.
"Sebagai yang paling muda disini, saya menerima dengan ikhlas kritik dan saran pedas dari bapak-bapak dan ibu rombongan cibinong-l. terimakasih" <-- sebaiknya pembelaan yang bagus seperti ini. Merendahkan diri, agar suasana jadi 'calm down'.
"Salut fon…hatimu sekeras baja dan seluas samudera…..walaupun badai datang mengancam…tatap tenang ditempat dudukmu…" <-- nah, inilah jawaban dari pembelaan itu. "RAMAH" bukann???
Maka sebaiknya acara reply me reply dihentikan. Kalau tidak, akan ada korban untuk disajikan sebagai sarapan singa pagi ini.

Absen duluuuuu

Semenjak perusahaan tempat kami mengais rejeki ini berdiri, baru kali ini HRD merasa terusik dengan absen kehadiran para karyawannya. Sebagai perusahaan berteknologi tinggi, tentu saja untuk sekedar absen harus memanfaatnya kecanggihan suatu sistem aplikasi. Orang menyebutnya "Absen Online". Absen ini jauh lebih canggih daripada absen "check lock" yang memakai kartu atau absen "finger print". Absen online ini tidak hanya sekedar untuk absen. Selain itu bisa untuk mengajukan cuti, menghitung sisa cuti, menampilkan slip gaji yang berupa file, melakukan rembursement, dan apapun yang menyangkut kepentingan karyawan. Absen ini disajikan berupa aplikasi under web (istilahnya orang IT). Dan hanya bisa diakses lewat intranet bukan internet. Tahukan bedanya internet sama intranet? yup, intranet itu hanya bisa di akses oleh IP tertentu. IP yang bisa masuk ke system internal perusahaan seklaigus keluar. Kalau internet, hanya bisa akses ke luar, tida bisa akses ke system internal.
Saking canggihnya system ini, rombongan kita bisa meng-akalinya. Tahukan anda mengenai "APN" ??? yup, itu semacam system yang mengijinkan kita untuk bisa akses ke intranet dengan menggunakan HP sebagai modemnya. Fasilitas ini diberikan kepada karyawan yang harus 'standby' 24 jam (baik di rumah ataupun dikantor. Baik sehat ataupun sakit. Pokoknya harus 'online' 24 jam. Siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Memang tak perlu datang ke kantor sebenarnya, karena kita bisa 'connect' ke intranet memakai laptop dan handphone). Cukuplah menjelaskan mengenai APN. Intinya binatang itu bisa kita manfaatkan untuk bisa abasen darimana saja dan kapan saja, selama kita masih dapet sinyal.
Mas agus yang tidak ingin penghitungan kehadirannya hari ini kurang dari 9 jam, rela bangun pagi-pagi buta. Bukan untuk berngakat ke kantor lwbih awal, tapi untuk menyalakan laptopnya, meng-'connect'-kannya ke APN, dan jebret. Dia absen jam 6 pagi. Padahal jam masuk kantor adalah jam 8. Dan jangan salah sangka kalau kelebihan jam kerja dianggap lembur. Enggak tanpa surat lembur. Mas agus yang berdedikasi tinggi ini hanya ingin menunjukkan bahwa dia adalah karyawan teladan yang patut di contoh para anggota cibinong-l lainnya (meskipun agak-agak 'cheating' alias curang). Dan satu lagi. Agar bisa pulang lebih cepat.
Jadilah mas agus yang memang sudah berniat mengajak kita pulang jam 4.30 karena bos-nya sedang keluar kota, menyuruh kita segera absen juga. Akhirnya, jadilah kita rombongan cibinong-l absen tidak lebih dari jam 7.30.
Dan ketika kami akan melewati cibubur, si mas Igo tiba-tiba telp mbak Maya.
--Percakpaan mbak maya dan mas agus sebelum mbak maya mengangkat telp mas Igo--
Maya : "Mas Gus, Igo telp nih. Dia mau ikut kali yah? Wah kita udah nyampe cibubur. Gimana dong?"
Agus : "Angkat aja dulu May. Bilang aja kalau kita dah nyampe cibubur"
--Percakapan mbak Maya dengan Mas Igo--
Maya : "Halo Go.....o', kita dah di cibubur neh"
Igo : "may, dah absen belum? aku absenin dong" (dengan gaya bicara agak mendesay gaya om-om cool. Terkesan gak butuh absen sebenarnya. Tapi daripada dapet SP dari HRD)
Maya : "ooooooo.... jadi lo telp mo nitip absen. Kirain mo ikutan. Lo dimana?" (nada bicaranya agak ditekan, pertanda frekuensi suaranya mulai naik ke level 8)
Igo : "aku di wisma mulia"
Maya : "WISMA MULIA GIGI LU GONDRONG. WISMA MULIA SEBELAH MANA. KALO DI WISMA MULIA ABSEN SENDIRI SAJA SONOH" volume 14, belum samapi terdengar efek "ngiii......ng"
Igo : "Wisma mulia bogor"
Maya : "ooooo.." (voolumenya turun. Agaknya sudah maklum dengan sifatnya mas igo yang suka aneh)Maya : "passwordnya apa?"
Maya : "APA??? ECHO...CHARLIE...HOTEL...OSCAR??? OH BUKAN OSCAR? ALPHA??? ADUUHH SMS AJA DEH GOOOOO" (pagi-pagi sudah dapat mangsa buat sarapan)
Akhirnya mbak maya yang walaupun kenceng suaranya tapi lembut hatinya, rela membukan laptopnya untuk meng-absen kan si orang aneh tersebut."PAS. JAM 8.00" begitu teriaknya bangga. Seolah baru saja menyelesaikan misi pentingnya.

Wednesday, December 17, 2008

Uncomplete

Sejak mbak Ade berangkat menunaikan ibadah haji, jadilah rombongan cibinong-l kehilangan satu anggota. Dan itu sudah berlangsung hampir satu setengah bulan ini. Dan itu juga ber-impact pada besaran iuran kita. Yang sebelumnya Rp.300.000 untuk tiap orang, menjadi Rp.400.000. Tak apa, karena ini bersifat sementara. Mulai bulan januari nanti, iuran kembali normal.

Sebelumnya saya cerita mengenai mas Igo yang tiba-tiba menghilang dari peradaban karena masih dalam proses pemulihan, sehingga di bulan ini dia absen untuk ikut berpartisipasi. Baik partisipasi untuk gantian nyetir ataupun membayar iuran. Jadilah bulan Desember 2008 ini, hidup rombonga kita hanya sampai minggu ke-3 saja. Minggu ke-4 silahkan survive sendiri-sendiri. Naik bis, kereta, nebeng sana, nebeng sini, jalan kaki, lari, naik omprengan, cuti, bolos, apa sajalah.

Kita doakan saja semoga mas Igo bulan Januari bisa gabung kembali.

Tuesday, December 16, 2008

TOKOH

Tentunya tokoh yang saya maksud adalah tokoh-tokoh yang terlibat dalam rombongan "Cibinong-l" ini.

Anggota :
1. Mama alin alias Fonika alias aku sendiri
2. Mbak Maya
3. Mbak Ade
4. Mas Agus
5. Mas Igo

Mobil :
1. Mobil XENIA 1000cc merah maroon milik Mama Alin
2. Mobil XENIA 1000cc silver milik Mbak Maya
3. Mobil XENIA 1000cc silver milik Mas Agus
4. Mobil AVANZA 1300cc merah maroon milik Mas Igo

yup, benar sekali. Kami penggemar mobil ekonomis dan irit, xenia dan avanza yang masih satu sodara beda bapak.

Sedikit cerita tentang karakter para anggota :
1. Mama Alin alias Fonika alias aku si penulis
Aku harus mengakui dengan besar hati bahwa aku anggota yang gak bisa nyetir. Sumbangsihku selain ikut iuran juga sebagai pendongeng kisah-kisah sedih yang bikin para anggota lain berkaca-kaca kalau mendengar ceritaku. Menjadi co-pilot yang baik? sedang berusaha. Dan gagal terus. Indikasi gagal adalah ketika jikalau Mbak Maya jadi supir aku jadi co-pilot nya, dia selalu cemberut. Itu pertanda jelas bahwa dia tidak puas dengan partisipasiku yang suka telat menyiapkan uang tol. Atau kadang aku terlalu asyik membaca sampai aku lupa kalau harus ada orang yang aku ajak ngobrol biar gak ngantuk. Akhirnya, selama masih ada anggota lain, aku lebih baik menyerahkan jabatanku sebagai co-pilot itu.

2. Mbak Maya
Adalah Ibu 2 orang anak sekaligus istri seorang tentara yang karena tugas dan kewajibannya kepada negara, dia harus rela ditinggal suaminya tugas luar kota selama bertahun-tahun. Tapi jangan salah, karena pangkat suaminya cukup berpengaruh di lingkungannya, maka suaminya bisa pulang sebulan sekali. Dan sekalinya pulang, bisa sampai dua minggu. Karena menjadi istri seorang tentara, maka dia haruslah setegar dan sekeras besi baja. Baik hatinya maupun sifatnya, maupun suaranya juga. "Keras". Hatinya tak kan goyah sedikitpun ketika cobaan hidup menerpanya bertubi-tubi. Seperti ketika orang tua dan mertuanya, serta anak-anaknya yang tiba-tiba sakit secara bersamaan. Dia harus berjuang sendirian, mondar-mandir ke dokter, ke alternatif sampai ke kyai mungkin. Sifatnya, jangan coba macam-macam dengan ibu satu ini. Kau buat macam-macam dengannya, akan keluarlah dampratan dia yang ala singa kelaparan itu. "Gigi lu gondrong", "Shortem memory lost lu", "Udah pikun yah?". Itu salah tiga kata-kata yang dia ucapkan ketika marah atau becanda. Tentunya dengan volume dan bass level 15 (standar speaker xenia). Suaranya?? sudah saya jelaskan sedikit tadi. Intinya, ketika dia sedang semangat cerita kemudian diikuti tertawa, di telinga pasti terdengar ada efek "ngiiiiinnngg" yang bikin telinga jadi gatel. Analisaku, itu karena efek suara dengan kekuatan frekuensi maksimal manusia. Lebih dari itu pastinya hanya akan terdengar oleh kawanan serangga.

3. Mbak Ade
Tipe ibu muda yang sangat bertanggung jawab ke suaminya dan anak tunggalnya. Cantik, langsing, gesit, dan ter-plannning. Bahkan hidupnya dan keluarganya 100 tahun lagi juga telah dia rencanakan dalam sebuah file word di komputernya. Pokoknya "future minded". Bekerja di bagian marketing analis membuatnya selalu berfikir logis sesuai hasil analisa data. Berspekulasi dan berpendapat cerdas. Bahkan ketika dia memberi pernyataan bohongpun, kami percaya. Karena nada bicaranya yang meyakinkan telah menyihir kami untuk mau tidak mau meng-iya kannya. Suka membawa barang dagangan, yang katanya sebagai penyalur hobi jualannya. Dan memang dia hobi dan berbakat. Sehingga apapun yang dia tawarkan, tak satupun dari kami yang bisa menolaknya. Tipe istri yang sholehah juga, rela memasak mie rebus untuk suaminya yang sedang ngidam jam 12 malam. Disayang mertua. Yang menarik lagi, ibu satu ini rela Pergi Pulang Jakarta-Makasar demi profesionalitasnya pada pekerjaan dan tanggung jawabnya pada keluarga. Sehingga tak pernah sehari pun dia melewatkan untuk menidurkan anaknya. Kecuali untuk dua bulan ini. Dia terpaksa harus rela meninggalakan anaknya untuk melaksanakan ibadah haji dengan suaminya. Salut.

4. Mas Agus
Adalah seorang ayah dari 3 orang anak dan satu istri (berharap punya lebih). Pekerjaan tersibuknya adalah ketika dia mengadakan sebuah event yang mengharuskan dia keliling indonesia. Dari Batam sampai Timika naik garuda. tentu saja hal itu membuat point penerbangannya menjadi level "platinum". termasuk dedengkot perusahaan. tahu semua seluk beluk perusahaan. Bahkan dia lebih tahu dari dirut mengenai sejarah perusahaan ini. Termasuk tipe "pendengar yang baik". Dia selalu mendengarkan cerita-cerita anggota yang lain meskipun cerita itu sudah didengarnya 10 kali. Dan dia dengan setia tetap menanggapinya seolah-olah dia baru pertama kali mendengar.

5. Mas Igo atau Mas Isroni
Tipe orang yang pendiam penuh rahasia. Bapak 2 orang anak ini berparas om-om baik hati. Tidak banyak bicara. Sok cool lebih tepatnya. Sering membuat jengkel anggota yang lain karena baik telp atau sms tidak pernah dibalasnya dengan alasan hp lagi rusak. Atau sekalinya dibalas isinya hanya 2 huruf saja "ya". Mungkinkah ada masalah dalam berkomunikasi atau kendala bahasa? saya rasa enggak juga. Karena sekalinya mood dia untuk cerita keluar, dia bisa cerita lucu-lucu yang bikin kami tertawa sampai terguncang-guncang. Dan benar, ditelingaku ada suara "ngiiiiinngg", pertanda suara tawa mbak maya yang sudah mentok di 1000Megahertz. Akhir-akhir ini si bapak ini tiba-tiba tidak bergabung. Dan pastinya dia tida mengabari kenapa. Kabar terakhir yang diperoleh mas agus sebagai tetangga meja kerjanya, katanya dia sedang sakit pembengkakan otot punggung. Sehingga dia tidak bisa nyetir. Dia terlalu baik hati atau memang dia aneh. padahal aku aja yang gak bisa nyetir santai-santai aja. Masih ada mbak maya sama mas agus yang bisa nyetir. Yang penting kita berusaha menjadi co-pilot yang baik. Bukan begitu mbak maya?

Why?????

Awal didirikannya rombongan ini karena satu alasan, yaitu "ekonomi". Hukum ekonomi mengatakan, semakin jauh tempat tinggal kita dengan tempat kerja kita, maka semakin besar pula biaya transportasi yang dikeluarkan, juga tak lupa tenaga yang terkuras sebagai efek sampingnya. Maka setelah mendapatkan informasi bahwa ternyata banyak rekan sekantor yang bertempat tinggal di satu daerah yang sama, jadilah suatu pemikiran matematika. Simak rumus-rumus einstein berikut :

Cibinong - Jakarta Selatan jaraknya sekitar 35 km. Pulang pergi 70 km. Membutuhkan bahan bakar sekitar 13- 15 liter bensin premium (untuk mobil xenia 1000cc) atau sekitar Rp80.000. Ongkos tol Pulang Pergi sekitar Rp.20.000. Ongkos parkir diabaikan, karena kebetulan kantor baik hati mau membayarnya. Jadilah satu hari PP Rp.100.000. Bayangkan kalau 20 hari kerja. Bisa 2 juta sendiri untuk satu mobil. Sayang sekali kalau harus pemborosan dengan membawa mobil sendiri. Belum lagi pas keluar tol kuningan harus kucing-kucingan sama polisi gara-gara 3 in 1.
Bijaksananya, kita buat romobongan. Cari maksimal 8 orang. Bagi ongkos 2 juta dengan 8 orang itu. Hasilnya satu orang hanya mengeluarkan Rp.250.000 setiap bulannya. Benar-benar irit kan?
Siapa yang nyetir? tenang, yang nyetir tentu saja harus gantian sesama yang bisa nyetir. Yang gak bisa nyetir, berinisiatiflah jadi co-pilot yang baik. Mencarikan frekuensi radio yang supir pengen. Menyiapkan uang tol dengan rapi dan tepat sebelum gerbang tol. Serta berceritalah apa saja yang menarik atau lucu, supaya si supir gak ngantuk. Jangan sekali-kali tidur, kalau enggak bisa kena damprat penumpang kursi tengah.
Mobil siapa? mobil siapa aja yang kebetulan lagi nganggur hari itu. Dan yang pasti, mobilnya pastikan yang sudah ter-service. Sehingga tidak akan menimbulkan gangguan yang tak terkira impact-nya kalau terjai dijalan tol. Satu, bikin macet. Dua, sama saja kita mengumpankan diri pada petugas tol yang katanya ternyata "nggak gratis", bayar. Dan lagi, bisa-bisa kita didenda karena menyebabkan kemacetan sepanjang 2 km. Dan terakhir, pastilah kita telat masuk kantor. Siap-siap ditanyai bos macem-macem deh.

Jadi bagaimana? mempertimbangkan untuk bikin rombongan seperti kita? ;)

Kenalkeun

Cibinong-l adalah nama rombongan mobil kami yang bertrayek cibinong - wisma mulia via tol jagorawi. Anggotanya orang-orang yang kebetulan bertetangga di kecamatan cibinong, kabupaten bogor. Ada juga yang dari sentul. Dan kebetulan juga kerja di perusahaan yang sama, gedung yang sama, tapi beda bagian. Awal berdiri sudah lupa tahun berapa. Yang jelas, saya sendiri sebenarnya bukan anggota pionir. Dan yang exist sampai sekarang ada 5 orang, 3 ibu-ibu bawel (yang suaranya bisa ngalahin speaker mobil level 15 sekalipun). Dan 2 orang bapak-bapak yang mengaku sebagai pria madun. Ibu-ibu itu adalah saya sendiri, Ibu Ana dan Ibu Ima. Saya lebih suka memanggil mereka "Mbak". Karena mereka masih terbilang muda dan lumayan jadi inceran om-om kalau sedang menunggu jemputan suaminya. Bapak-bapak nya adalah bapak Simpai (dipanggil mas Simpai. Lebih tepatnya sebenarnya dipanggil bapak Simpai karena umurnya terpaut jauh sekali denganku. Tapi karena seleranya masih selera om-om, jadi it's ok kalau aku manngil dia Mas, biar dia merasa lebih muda 20 tahun) dan Bapak Lintang (dipanggil Mas igo. Gak jelas juga dapet nama panggilan itu darimana. Padahal namanya saja cuman satu kata itu aja "Lintang"). Cibinong - Jakarta kami tempuh dalam waktu 2 - 3 jam. Dalam waktu yang luAnan membosankan itu, banyak sekali obrolan dan cerita yang tak habis-habisnya dibicarakan. Blog ini akan menceritakan tentang obrolan gak penting itu. Setidaknya ini akan menjadi cerita menarik buat rombongan kami "Cibinong-l" dan tentunya ingin kami sampaikan kepada teman-teman yang bernasib sama dengan kami, bertempat tinggal jauh dari kantor, bahwa tidak selamanya rumah jauh dari kantor itu butuh biaya transportasi yang mahal dan melelahkan ;)