Awal didirikannya rombongan ini karena satu alasan, yaitu "ekonomi". Hukum ekonomi mengatakan, semakin jauh tempat tinggal kita dengan tempat kerja kita, maka semakin besar pula biaya transportasi yang dikeluarkan, juga tak lupa tenaga yang terkuras sebagai efek sampingnya. Maka setelah mendapatkan informasi bahwa ternyata banyak rekan sekantor yang bertempat tinggal di satu daerah yang sama, jadilah suatu pemikiran matematika. Simak rumus-rumus einstein berikut :
Cibinong - Jakarta Selatan jaraknya sekitar 35 km. Pulang pergi 70 km. Membutuhkan bahan bakar sekitar 13- 15 liter bensin premium (untuk mobil xenia 1000cc) atau sekitar Rp80.000. Ongkos tol Pulang Pergi sekitar Rp.20.000. Ongkos parkir diabaikan, karena kebetulan kantor baik hati mau membayarnya. Jadilah satu hari PP Rp.100.000. Bayangkan kalau 20 hari kerja. Bisa 2 juta sendiri untuk satu mobil. Sayang sekali kalau harus pemborosan dengan membawa mobil sendiri. Belum lagi pas keluar tol kuningan harus kucing-kucingan sama polisi gara-gara 3 in 1.
Bijaksananya, kita buat romobongan. Cari maksimal 8 orang. Bagi ongkos 2 juta dengan 8 orang itu. Hasilnya satu orang hanya mengeluarkan Rp.250.000 setiap bulannya. Benar-benar irit kan?
Siapa yang nyetir? tenang, yang nyetir tentu saja harus gantian sesama yang bisa nyetir. Yang gak bisa nyetir, berinisiatiflah jadi co-pilot yang baik. Mencarikan frekuensi radio yang supir pengen. Menyiapkan uang tol dengan rapi dan tepat sebelum gerbang tol. Serta berceritalah apa saja yang menarik atau lucu, supaya si supir gak ngantuk. Jangan sekali-kali tidur, kalau enggak bisa kena damprat penumpang kursi tengah.
Mobil siapa? mobil siapa aja yang kebetulan lagi nganggur hari itu. Dan yang pasti, mobilnya pastikan yang sudah ter-service. Sehingga tidak akan menimbulkan gangguan yang tak terkira impact-nya kalau terjai dijalan tol. Satu, bikin macet. Dua, sama saja kita mengumpankan diri pada petugas tol yang katanya ternyata "nggak gratis", bayar. Dan lagi, bisa-bisa kita didenda karena menyebabkan kemacetan sepanjang 2 km. Dan terakhir, pastilah kita telat masuk kantor. Siap-siap ditanyai bos macem-macem deh.
Jadi bagaimana? mempertimbangkan untuk bikin rombongan seperti kita? ;)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Bersama-sama meredam krisis, 12 November 2008
ReplyDeleteDear Komunitas Nebeng,
Dampak krisis global mulai merambah Indonesia. Kurs Rupiah melemah dan industri padat karya dalam negri mulai megap-megap karena berkurangnya order. Akankah kita mengalami krisis ekonomi seperti tahun 1998?
Komunitas Nebeng www.nebeng.com dibentuk untuk dua tujuan utama yaitu Penghematan BBM dan Mengurangi Kemacetan. Dua tujuan ini mungkin dirasa tidak relevan lagi karena kita akan menikmati turunnya harga premium bulan Desember 2008 ini. Tapi masih ada tujuan lain yang masih relevan yaitu : Menggairahkan perekonomian nasional dari ongkos BBM yang berhasil dihemat.
Mungkin saat ini kita masih memiliki pekerjaan dan sanggup membeli BBM untuk mencukupi perjalanan pulang pergi ke kantor. Tetapi dengan memburuknya perekonomian dunia, tak ada salahnya kita bersama-sama meredam krisis ini supaya tidak turut menghampiri kita tahun depan. Kurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan cara membentuk Komunitas Nebeng dengan teman-teman/saudara/tetangga dengan tujuan searah. Belanjakan uang BBM yang berhasil dihemat dengan membeli produk-produk dalam negri.
Saat ini anggota Komunitas Nebeng telah mencapai 29.000 orang. Tentunya sangat kecil dibanding jutaan pengguna kendaraan pribadi di Jabodetabek. Oleh karena itu silakan sebarkan email ini pada teman, saudara, tetangga agar mereka bisa bergabung dalam Komunitas Nebeng. Mari Bersama Meredam Krisis!
Terima kasih,
Admin www.nebeng.com
Mari Hemat BBM, Ayo Nebeng!