Wednesday, December 24, 2008

Senyum dimana-mana…



akhir-akhir ini aku melihat poster berukuran beragam mulai dari yang sedang sampai yang besar dengan latar belakang dan lambang partai di hampir setiap sudut pertigaan, perempatan dan di tempat-tempat strstergis lainnya. ada juga yang sengaja memasang poster tersebut di kaca-kaca mobil pribadi, angkot, dan sejenisnya terpampang seorang sosok (jika tidak boleh dibilang tokoh) yang berpenampilan ramah, senyum yang menawan dan wajah yang serius, yach..pokoke narcis abis lah..

aku menganggap fenomena tersebut hal yang wajar saja, sebagai salah satu upaya memperkenalkan diri, atau kampanye kepada masyarakat luas dengan harapan mereka akan dipilih oleh masyarakat pada pesta demokrasi alias pemilu yang direncanakan akan digelar pada bulan April 2009 nanti. dengan sistem pemilihan langsung seperti sekarang ini, sudah menjadi sustu keniscayaan bagi setiap caleg untuk dapat merebut hati masyarakat di dapil ( daerah pemilihan)-nya.

saya berharap agar para calon wakil rakyat tersebut, jika mereka terpilih nanti akan dapat menjalankan tugas dan amanahnya dengan baik dan benar, sehingga dapat memberi solusi yang cespleng terhadap kondisi krisis multi dimensi yang dihadapi oleh bangsa ini terutama dalam memerangi kebodohan dan kemiskinan. saat ini rakyat sudah “cape” dengan kondisi kehidupan yang semakin lama semakin berat akibat imbas krisis ekonomi global. so,… jangan malah membikin situasi semakin berat lagi lho yo. bangsa ini perlu wakil rakyat yang serius tidak hanya 4D (datang, duduk, diam, duit), tidak hanya tidur saat sidang, tidak hanya absen saja tapi amplop diambil, tidak bersikap seperti meminjam istilah Gus Dur anak-anak TK yang suka merengek2 minta dilayani, minta fasilitas ini itu, minta2 proyek kepada bumn atau swasta yang justru akan mendorong high cost economy dan semakin menyuburkan praktik2 KKN lainnya yang menyebabkan bangsa ini semakin terpuruk dan terperososk dalam jurang kehancuran.

pesan saya bagi yang belum terpilih alias kalah (dalam politik menang ato kalah itu hal biasa bung) masih tetap bisa tersenyum, karena tugas-tugas lain masih menunggu atau mempersiapkan strategi untuk pencalonan pemilu berikutnya jika umur masih dikandung badan. Selamat berjuang para calon wakil rakyat, inga…inga… aku tidak akan memilih calon yang oportunis !, masuk ke dunia politik untuk nyari duit, nyari makan.

No comments:

Post a Comment